Semut
Semut itu berpengetahuan dan
bijak, namun dia tidak tahu bagaimana caranya berlibur.
Clarence
Day
Semut bekerja
tanpa lelah. Menurut Clarence Day, semut itu binatang yang terlalu rajin. Semut
tidak mengerti kapan harus beristirahat. Dalam Kitab Amsal 6:6-8 dikatakan kita
harus belajar dari semut:
“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan
jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia
menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu
panen.”
Etos
Kerja Semut
Menurut
Aristoteles, dalam etos kerja ada 3 unsur. Logos, Ethos, Pathos. Logos,
berarti kita harus memiliki pikiran. Semut sudah berpikir mengenai masa depan.
Pada musim panas, ia mengumpulkan makanan untuk masa kekurangan. Semut juga
memiliki etos kerja rajin dan tidak berhenti bekerja. Andaikan kita halangi
perjalanan semut itu, dia akan terus berusaha, entah berbelok atau menaiki
benda penghalangnya. Semut juga memiliki pathos, berarti passion
atau sikap pantang menyerah.
Dalam diri
manusia, semangat datang kalau menerima rangsangan positif melalui musik,
kejadian menyenangkan, membaca kata-kata atau
menonton film inspiratif. Otak segera memproduksi hormon serotonin kalau
hal positif masuk pikiran. Semakin banyak serotonin diproduksi, semakin membuat
orang lebih bersemangat. Jadi, agar bersemangat, kita harus mengendalikan apa
yang masuk di otak kita.
Spiral Kebaikan
Ada seorang petani miskin di
Skotlandia, bernama Fleming. Suatu ketika ia melihat anak kecil hampir
tenggelam di sebuah kolam yang kotor. Tanpa pikir panjang, sang petani langsung
masuk kolam dan menolong anak itu. Setelah kejadian itu, orangtua anak itu
datang untuk memberikan uang sebagai ucapan terima kasih. Namun Fleming menolaknya.
Ketika
orangtua itu melihat anak Fleming, ia berkata, “Begini deh, kamu tidak mau terima uang,
tetapi saya didik anak kamu gratis tanpa biaya saja.” Dan anak Fleming ini
dengan penuh semangat masuk sekolah kedokteran, St. Mary’s Hospital Medical
School di London yang sangat mahal dan terkenal.
Dengan
semangat pantang mundur, ia menggunakan kesempatan itu dan akhirnya menjadi
dokter dan menemukan obat penisilin. Anak itu kemudian dikenal sebagai Sir
Alexander Fleming.
Sementara anak
yang dulu tenggelam itu mengidap sakit pneumonia. Ia berhasil ditolong dengan
obat penicilin yang ditemukan Fleming dan selamat. Anak itu bernama Winston
Chuchill. Andaikan tidak ada kejadian di kolam itu, mungkin kita tidak penah
mengenal Winston Churchill yang dikenal dengan .
Semangat
menolong dan belajar yang dimiliki ayah dan anak Fleming telah menolong jutaan
orang di dunia yang membutuhkan penicilin. Siapa sangka peristiwa di kolam
kotor itu dapat menciptakan manusia-manusia kelas dunia.
Tips
Beberapa tips
yang dapat saya bagikan:
1. Bekerja Keras
Di mana pun kita ditempatkan, dalam
kondisi apa pun, kedudukan setingkat apa pun, bekerjalah dengan keras. Karena
suatu hari, kita akan menikmati hasilnya. Menurut Ralph Waldo Emerson “semut
tidak pernah tidur” dan tidak pernah meminjam dari semut lain.
2. Kecil Tetapi Kuat
Jangan merasa dikecilkan karena kita
kurang pandai atau tidak memiliki uang. Kuncinya adalah kecil dalam sarana,
tetapi besar dalam semangat. Ibu Teresa berkata, “Be faithful in
small things, because it is in them that your strenght lies.”
.
3. Berpikir ke Depan
Berpikir ke depan itu penting. Memang
kita harus bergantung pada Tuhan, tetapi Tuhan juga memberikan manusia pikiran.
Seratus triliun sel dapat berbuat banyak dalam kehidupan ini. Pikiran yang
tidak digunakan dapat membuat otak kita pikun.
Kuasailah
pikiran kita dengan hal positif dan bermutu, agar kita terus bersemangat untuk
dapat terbang. Fly your dream, but do your work, success is yours.
(Samuel
H. Tirtamihardja)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar