Kamis, 22 Mei 2014

Inspirasi 5 Menit



Semut

Semut itu berpengetahuan dan bijak, namun dia tidak tahu bagaimana caranya berlibur.
                                                                                    Clarence Day



Semut bekerja tanpa lelah. Menurut Clarence Day, semut itu binatang yang terlalu rajin. Semut tidak mengerti kapan harus beristirahat. Dalam Kitab Amsal 6:6-8 dikatakan kita harus belajar dari semut:
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.”

Etos Kerja Semut
Menurut Aristoteles, dalam etos kerja ada 3 unsur. Logos, Ethos, Pathos. Logos, berarti kita harus memiliki pikiran. Semut sudah berpikir mengenai masa depan. Pada musim panas, ia mengumpulkan makanan untuk masa kekurangan. Semut juga memiliki etos kerja rajin dan tidak berhenti bekerja. Andaikan kita halangi perjalanan semut itu, dia akan terus berusaha, entah berbelok atau menaiki benda penghalangnya. Semut juga memiliki pathos, berarti passion atau sikap pantang menyerah.
Dalam diri manusia, semangat datang kalau menerima rangsangan positif melalui musik, kejadian menyenangkan, membaca kata-kata atau menonton film inspiratif. Otak segera memproduksi hormon serotonin kalau hal positif masuk pikiran. Semakin banyak serotonin diproduksi, semakin membuat orang lebih bersemangat. Jadi, agar bersemangat, kita harus mengendalikan apa yang masuk di otak kita.

Spiral Kebaikan
Ada seorang petani miskin di Skotlandia, bernama Fleming. Suatu ketika ia melihat anak kecil hampir tenggelam di sebuah kolam yang kotor. Tanpa pikir panjang, sang petani langsung masuk kolam dan menolong anak itu. Setelah kejadian itu, orangtua anak itu datang untuk memberikan uang sebagai ucapan terima kasih. Namun Fleming menolak­nya.
Ketika orangtua itu melihat anak Fleming, ia berkata, “Begini  deh, kamu tidak mau terima uang, tetapi saya didik anak kamu gratis tanpa biaya saja.” Dan anak Fleming ini dengan penuh semangat masuk sekolah kedokteran, St. Mary’s Hospital Medical School di London yang sangat mahal dan terkenal.
Dengan semangat pantang mundur, ia menggunakan kesempatan itu dan akhirnya menjadi dokter dan menemukan obat penisilin. Anak itu kemudian dikenal sebagai Sir Alexander Fleming.
Sementara anak yang dulu tenggelam itu mengidap sakit pneumonia. Ia berhasil ditolong dengan obat penicilin yang ditemukan Fleming dan selamat. Anak itu bernama Winston Chuchill. Andaikan tidak ada kejadian di kolam itu, mungkin kita tidak penah mengenal Winston Churchill yang dikenal dengan .
Semangat menolong dan belajar yang dimiliki ayah dan anak Fleming telah menolong jutaan orang di dunia yang membutuhkan penicilin. Siapa sangka peristiwa di kolam kotor itu dapat menciptakan manusia-manusia kelas dunia.

Tips
Beberapa tips yang dapat saya bagikan:
1. Bekerja Keras
Di mana pun kita ditempatkan, dalam kondisi apa pun, kedudukan setingkat apa pun, bekerjalah dengan keras. Karena suatu hari, kita akan menikmati hasilnya. Menurut Ralph Waldo Emerson “semut tidak pernah tidur” dan tidak pernah meminjam dari semut lain.

2. Kecil Tetapi Kuat
Jangan merasa dikecilkan karena kita kurang pandai atau tidak memiliki uang. Kuncinya adalah kecil dalam sarana, tetapi besar dalam semangat. Ibu Teresa berkata, “Be faithful in small things, because it is in them that your strenght lies.”
.
3. Berpikir ke Depan
Berpikir ke depan itu penting. Memang kita harus bergantung pada Tuhan, tetapi Tuhan juga memberikan manusia pikiran. Seratus triliun sel dapat berbuat banyak dalam kehidupan ini. Pikiran yang tidak digunakan dapat membuat otak kita pikun.

Kuasailah pikiran kita dengan hal positif dan bermutu, agar kita terus bersemangat untuk dapat terbang. Fly your dream, but do your work, success is yours. 

(Samuel H. Tirtamihardja)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar