Tampilkan postingan dengan label Momen Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Momen Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2015

Momen Inspirasi



Keluarga Sendi Bangsa

Kekaisaran Romawi sangat terkenal dengan kekuatan militernya. Setiap perang pasti menang sehingga wilayahnya besar sekali dan sangat berkuasa. Herannya, kekaisaran ini runtuh dan nyaris tidak ada bekasnya. Mengapa kekaisaran Romawi yang hebat akhirnya habis? Dalam buku Surut dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi, Edward Gibbon menceritakan bahwa yang menjadi musuh bukan adanya pasukan yang lebih hebat atau pengkhianat yang banyak. Bukan. Tetapi kehancuran mereka dimulai dari keluarga. Aneh ya?

Ketika satu keluarga hancur, hancurlah satu bangsa. Bagaimana kisahnya? Rupanya ketika kemakmuran makin meningkat, standar dalam keluarga makin longgar. Akhirnya terjadi perselingkuhan, perceraian, dan nilai hakiki keluarga hilang. Akibatnya banyak keluarga berantakan. Itulah awal kehancuran kekaisaran Romawi yang besar. Walaupun kelihatannya sederhana, keluarga adalah sendi suatu bangsa. Pastikan kita punya standar yang benar, tanamkan yang baik supaya kekuatan keluarga kita menjadi kekuatan bangsa. (Andreas Nawawi)

Rabu, 25 Februari 2015

Momen Inspirasi



Krisis Cinta

Saat ini kita sedang diperhadapkan dengan pelbagai macam krisis di seluruh dunia. Tetapi ada satu krisis yang sangat serius. Bukan krisis ekonomi, juga bukan krisis politik atau keamanan. Tetapi krisis cinta. Jangan anggap remeh tentang cinta. Kelihatannya sederhana, tetapi cintalah yang membuat hidup ini indah.

Cinta adalah amnesti kehidupan buat kita. Konon, cintalah yang membuat bumi berputar. Cinta yang membuat seorang pria berani membela kekasihnya. Cinta juga yang membuat seorang ayah, suami, terus berdiri tegak membela keluarganya. Cinta juga yang membuat seorang ibu berani terus berjuang bagi anak-anaknya. Cinta yang membuat roda kehidupan terus berputar.

Mari kita perhatikan keadaan kita. Apakah kita masih memiliki cinta? Sebab, tanpa cinta membuat hidup tidak berarti. [Andreas Nawawi]

Jumat, 31 Oktober 2014

Momen Inspirasi



Indahnya Keberagaman

Indahnya keberagaman, warna warni ada di sana. Terasa sangat indah bagaikan nada-nada di antara tuts piano. Masing-masing saling mengisi dan melengkapi harmoni dari sebuah lagu.

Nada-nada itu berlari lincah. Tak pernah bergelut dan berebut untuk mengambil tempat semaunya. Semua rela ditempatkan di mana saja. Bukankah manusia adalah pencipta nada, harmoni dalam sebuah lagu? Mengapa tidak mencipta bukan hanya nada untuk lagu tetapi hidup kita? Hidup bersama, hidup di mana saja, kapan saja sehingga ketika kita duduk, perbedaan kita menjadi nada indah. Keberagaman kita menjadi kekayaan yang tak pernah punah.

Alangkah manisnya kalau saja semua kita memainkan nada-nada indah dan merelakan diri untuk saling melengkapi tanpa pernah jumawa merebut kursi. Tetapi berkata, kau di sana, aku di sini. Bukan untuk terpisah, tapi saling melengkapi. Bangunlah kehidupan, maka tinggilah nilai-nilai yang kita miliki. (Bigman Sirait)

Kamis, 14 Agustus 2014

Momen Inspirasi



Terus Maju

Seekor siput perlu waktu sehari penuh untuk bisa menyeberangi sebuah lapangan sepakbola dari satu sisi ke sisi lain dengan kecepatan maksimum. Sebaliknya seekor cheetah dapat berlari 350 km/jam, secepat mobil balap formula-1.

Setiap orang diharapkan terus maju. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Kata Abraham Lincoln, “Aku memang pejalan kaki yang lambat, tetapi aku  tidak pernah mundur.” (Alex Japalatu)

Kamis, 07 Agustus 2014

Momen Inspirasi



Laba-laba

Laba-laba kecil itu terus berjalan dan berputar, menyilang, naik turun tidak kenal lelah, seolah tidak mau kehilangan waktunya sedikit pun. Sampai akhirnya tercipta garis-garis yang indah bagaikan sebuah karya seniman. Begitu halus dan lembut, tetapi tampak kuat untuk menopang dirinya. 





Dari sanalah dia mendapatkan serangga kecil untuk makanannya. Di sanalah ia menikmati hari-harinya. Sarang buatannya tampak bergerak dan berayun ditiup angin. Dan, laba-laba kecil itu tampak menikmati ayunannya. Dia benar-benar menikmati karyanya. Dia baru berhenti setelah semuanya diselesaikan. 
 
Itulah pelajaran tentang kesungguhan dan kegigihan. Menuntaskan semuanya dengan baik. Menunda sesuatu yang dapat dituntaskan berarti menghilangkan kesempatan yang dapat diraih lebih awal. Hal ini berarti menghilangkan sebagian dari kebahagiaan yang sesungguhnya disediakan bagi kita. (Imanuel Kristo)