Tampilkan postingan dengan label Kabar Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kita. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2016

Kabar Kita



Java Jazz Festival 2016

Siap Digelar dalam Balutan Etnik Toraja



Jumpa Pers Java Jazz Festival 2016 di Jakarta
Pergelaran musik terbesar di Asia bertajuk Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2016, dipastikan tetap berlangsung sesuai agenda pada 4-6 Maret 2016 di Jakarta International Expo Kemayoran. Teror bom yang sempat mengguncang Jakarta medio Januari lalu tidak menyurutkan panitia. Bahkan, perhelatan yang akan menampilkan 100-an musisi lokal dan internasional ini diharapkan dapat menjadi barometer keamanan Indonesia.



Presisent Director Java Festival Production Dewi Gontha selaku penyelenggara mengakui ada pertanyaan seputar keamanan tak lama setelah peristiwa bom tersebut. Ia pun bekerja sama dengan sejumlah kedutaan besar di Jakarta untuk menyebarkan informasi bahwa Indonesia aman. "Saat kami umumkan kalau acara ini tetap jalan, kami ingin memberitahu kalau hal itu positif," tegas Dewi saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta.



Suguhan Istimewa

David Foster
Sederetan musisi internasional papan atas sudah siap tampil, seperti Chris Botti, Tokyo Ska Paradise Orchestra, Bad Bad Not Good, Boney James, Hiatus Kaiyote, Candy Dulfer, Level 42, Michelle Walker, Patty Austin, Relish, Tony Monaco, dan sebagainya. Sementara, David Foster dan Robin Thicke akan tampil di panggung special show.

 


Sesuai dengan tema Exploring Indonesia, Java Jazz 2016 akan menyuguhkan penampilan terbaik dari musisi-musisi Indonesia. Beberapa di antaranya Afghan, Isyana Sarasvati, Barasuara, Mocca, Gamaliel Audrey Cantika (G.A.C), Kunto Aji, Yance Manusama & Otti Jamalus, Erwin & Gita Gutawa, Laid This Nite, Barry Likumahuwa Experiment, Sopana Sokya, Yura Yunita, dan masih banyak lagi.


 


Eksplorasi bakat musisi Tanah Air juga ditampilkan dalam special project “Indonesia Duets” berupa kolaborasi penyanyi pria dan wanita membawakan lagu-lagu era 90-an sampai 2000-an secara duet. Ada pula “The Ladies of Broadway” yang menampilkan sejumlah penyanyi wanita, seperti Lea Simanjuntak, dengan iringan Ricky Rionaldi Orchestra akan memainkan lagu-lagu popular Broadway.




Dalam ajang Java Jazz 2016 ini ada 11 panggung yang disiapkan dengan total 100-an pertunjukan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Java Jazz kali ini juga menyuguhkan Gospel Jazz pada hari Minggu yang berlangsung siang hari. Penampilan dikemas dalam rangkaian ibadah dengan menyanyikan lagu-lagu gospel.



Ornamen Etnik Toraja

Jika tahun lalu mengusung kultur Bali dengan barong, Java Jazz 2016 menampilkan desain etnik Toraja. Corak etnik yang ditampilkan sejak Java Jazz Festival ke-10 tahun 2014 lalu ini sebagai upaya memperkenalkan budaya Indonesia di ajang dunia. Nuansa etnik Toraja ini tampak pada desain logo, ornamen interior dan eksterior venue, serta multimedia



"Melalui penampilan-penampilan itu, kami ingin mempromosikan budaya Indonesia secara positif. Kami akan terus mengangkat tema etnis, namun kami menampilkannya sesuai selera anak muda agar dapat diterima semua umur," jelas Dewi Gontha. [g]

Selasa, 01 September 2015

Kabar Kita



GKI Cawang
Membantu 1.000 Peserta BPJS Kesehatan

Sejak bulan Juli 2015, pemerintah mewajibkan seluruh karyawan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sementara, sosialisasi mengenai BPJS Kesehatan masih sangat minim. BPJS Kesehatan juga diharapkan bisa membantu biaya pengobatan masyarakat, terlebih tergolong miskin. Berkenaan dengan hal itu, GKI Cawang membantu 1.000 pendaftaran BPJS online dengan bantuan iuran bulan pertama untuk kelas tiga sepanjang bulan Agustus.

Pendaftaran online diawali dengan seminar tentang BPJS Kesehatan dibawakan oleh Ketua Griya Kesehatan Indonesia Jusak Ismanto (2/8-2015). Seminar ini dihadiri wakil dari beberapa gereja, di antaranya GKI Cipinang Indah, GKI Bekasi Timur, GKI Cikarang, dan GKJ Pangkalan Jati. Banyak pertanyaan dari peserta. Misalnya, bagaimana bila sudah ada asuransi, bagaimana dengan pengerja gereja, hingga pasien gagal ginjal yang sulit mendapat rujukan rumah sakit. “Untuk itulah kita perlu berperan serta. Saya yakin GKI Cawang bisa menjadi tangan Tuhan untuk menolong,” kata Jusak.

Pelayanan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Kesaksian, Pelayanan (Kespel) dan Seni GKI Cawang yang diawali dengan peresmian klinik gigi di Poliklinik GKI Cawang (2/8). Wawan Lombu, Ketua Klinik Pratama Cipinang Bali menjelaskan bahwa Bulan Kespel ini didasari oleh ulang tahun klinik yang berdiri sejak 8 Agustus 1986. “Dalam bulan Kespel ada banyak kegiatan. Pada ulang tahun klinik (8/8) dilakukan pengobatan gratis kepada warga masyarakat di sekitar klinik. Kami juga memberi bantuan natura, anak asuh dan pengobatan/baksos kesehatan kepada masyarakat kurang mampu di Cilincing dan Jati Tonjong (22/8),” jelas Wawan.

Menurut Ketua Panitia Prijantoko Aguswinarko, biasanya dibedakan antara Bulan Kespel dan Bulan Seni,
tapi untuk tahun ini digabung. “Bulan Kespel merupakan kesaksian pelayanan keluar, sedangkan Bulan Seni ditujukan ke dalam; bagaimana seni bisa masuk ke dalam ibadah. Misalnya tata ibadah dengan musik yang penuh variasi. Rencananya ada lomba fotografi juga,” tuturnya.

Dalam bulan Kespel & Seni, GKI Cawang bekerja sama dengan GPIB Penabur dan GKP Ebenhaezer di Dewi Sartika, Jakarta Timur. Bulan Kespel ditutup dengan Bazar Sembako Murah (30/8), di depan GKI Cawang, Jakarta Timur. (Gie)

Senin, 31 Agustus 2015

Kabar Kita



MOU BPK Gunung Mulia dengan STT Jakarta

Pdt. Dr. Joas Adiprasetya menandatangani MOU
Penerbit BPK Gunung Mulia dan STT Jakarta melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk penulisan buku-buku teologi. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BPK GM Johan Tumanduk dan Ketua STT Jakarta Pdt. Dr. Joas Adiprasetya.

Sebelumnya disampaikan pengenalan tentang BPK GM oleh Marketing Communication Ingouf Setiawan dan proses penerbitan oleh Kepala Divisi Penerbitan Otniel Sintoro kepada mahasiswa S1, S2, dan S3 STT Jakarta. Usai prosesi MoU dilakukan kunjungan ke Toko Buku BPK GM Jakarta.

BPK GM didirikan tahun 1946, hingga kini memiliki 3 unit kerja, yakni: penerbitan, percetakan, dan toko buku. BPK GM memiliki 8 cabang di Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Kupang, Makassar, Manado, dan Ambon.

Minggu, 25 Januari 2015

Kabar Kita


Natal 2014 Gereja Tiberias Indonesia
Kuasa Bagi Yang Percaya

Suasana Perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia
Gereja Tiberias Indonesia (GTI) kembali menggelar perayaan Natal 2014 secara besar-besaran. Acara yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 13 Desember 2014 ini diikuti sekitar seratus ribu orang jemaat GTI dan simpatisan. Acara perayaan Natal yang digelar tiap tahun ini dihadiri banyak didominasi anak-anak muda.

Sejak siang ribuan jemaat sudah datang memadati Stadion GBK. Suasana perayaan begitu meriah dengan lagu-lagu pujian yang dinaikkan dengan merdu dan tertata apik disertai dengan tari-tarian. Lagu-lagu pujian bagi Tuhan dengan nada rancak berpadu dengan pujian syahdu terus bergema dari paduan suara dan jemaat yang memadati Gelora Bung Karno.

Natal Gereja Tiberias ini menampilkan paduan suara beranggotakan lima ribu orang yang telah berlatih hampir tiga bulan. Sekitar dua puluh lagu dinaikkan secara nonstop dan diselingi lagu pujian dari Arseto yang menuturkan tentang makna hidup dan panggilan. Beberapa layar lebar dengan satu layar raksasa di panggung membantu jemaat yang menaikkan pujian dengan antusias dan sukacita. Dua pohon natal raksasa berdiri tegak di sebelah kanan dan kiri panggung. Natal semakin mengokohkan suasana Natal. Puncak Perayaan Natal 2014 ditandai dengan penyalaan lilin yang dipimpin Pdt. Darniati Pariadji dan diakhiri dengan pesta kembang api. 

Kuasa Bagi Yang Percaya
Pdt. Yesaya dan Daniarti Pariadji
Perayaan Natal GTI ke-14 dan menyambut Tahun Baru 2015 ini dipimpin langsung oleh Gembala Sidang GTI Pdt. DR. (HC) Yesaya Pariadji. Natal kali ini mengusung tema "Semua yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah” yang diambil dari Injil Yohannes 1:12.

Dengan suara serak Pdt. Yesaya Pariadji mengenang awal panggilan pelayanannya. “Saya yang tidak mengenal Tuhan dipanggil-Nya. Tuhan memanggil saya untuk melayani-Nya dan menjadi pendeta, tetapi saya mengatakan bahwa saya tidak mampu. Tuhan terus mendorong saya. Apakah saya layak Tuhan? Tidak terasa pelayanan GTI terus semakin berkembang semua karena kasih anugerah-Nya,” tuturnya.      

Pdt. Yesaya Pariadji dalam khotbahnya menegaskan kuasa bagi setiap orang yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan dalam hidupnya. "Datangnya Sang Juru Selamat dari sorga ke dunia untuk memberi damai sejahtera, untuk memberi diri-Nya menebus dosa kita, menyelamatkan kita, sehingga kita bisa masuk sorga bersama-sama dengan Dia,” katanya yang disambut amin oleh seluruh jemaat yang hadir. Pada akhir khotbah diadakan perjamuan kudus dan pembagian minyak urapan.

Pada Natal ini juga ditampillkan pula kesaksian dari jemaat dan belasan dokter spesialis yang meneguhkan kesaksian. Angelina yang datang bersama putri dan menantunya menyatakan sukacitanya. “Saya sudah sepuluh kali menghadiri perayaan Natal GTI, dan tiap kali saya mendengar kotbah hamba-Nya Bapak Pendeta Pariadji iman saya selalu diperbaharui,” ujarnya.

Cuaca Baik
Puji-pujian bagi Sang Raja Damai
Sementara itu, Pdt Sudarmadji dalam konperensi pers dengan media mengatakan bahwa visi perayaan Natal besar-besaran itu langsung diperintahkan oleh Tuhan kepada Pdt. Yesaya Pariadji. “Tuhan langsung memerintahkan kepada hamba-Nya, Bapak Gembala Sidang untuk merayakan Natal bersama,” ujarnya. “Natal ini dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan semua jemaat GTI. Selain dari Jabodetabek, banyak juga dari Bali, Manado, Medan, dan daerah lainnya.” tambah Pdt. Gideon Simanjuntak.

Selain perayaan Natal bersama di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), setiap cabang juga meyakan Natal tepat pada 25 Desember.  “Nanti setiap cabang akan tetap menyelenggarakan perayaan pada tanggal 25 Desember di gereja masing-masing,” jelas Pdt. Gideon. Ia menambahkan bahwa GTI sekarang terus berkembang maka perlu ada kebersamaan dalam merayakan secara  bersama. “GTI setiap bulan sekarang selalu ada bertambah cabang baru,” ujarnya.

Mukjizat selalu ada tiap kali perayaan Natal. Percaya atau tidak, selama 14 tahun merayakan Natal, tidak pernah hujan meski Desember adalah musim hujan. . “Ini untuk ke-14 kalinya perayaan Natal besar-besaran dan puji Tuhan sampai kali ini tidak pernah hujan. Seperti sekarang, cuaca baik. Tentu saja ini berkat doa-doa yang dinaikkan setiap pendoa di  jemaat yang disuruh Bapak Gembala sebelum perayaan berlangsung,” ujar Gideon.

Untuk keamanan, Natal Gereja Tiberias Indonesia kali ini melibatkan sekitar 700 hingga 1.000 aparat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dari setiap orang yang datang menghadiri perayaan. (*)