Minggu, 25 Januari 2015

Kabar Kita


Natal 2014 Gereja Tiberias Indonesia
Kuasa Bagi Yang Percaya

Suasana Perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia
Gereja Tiberias Indonesia (GTI) kembali menggelar perayaan Natal 2014 secara besar-besaran. Acara yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 13 Desember 2014 ini diikuti sekitar seratus ribu orang jemaat GTI dan simpatisan. Acara perayaan Natal yang digelar tiap tahun ini dihadiri banyak didominasi anak-anak muda.

Sejak siang ribuan jemaat sudah datang memadati Stadion GBK. Suasana perayaan begitu meriah dengan lagu-lagu pujian yang dinaikkan dengan merdu dan tertata apik disertai dengan tari-tarian. Lagu-lagu pujian bagi Tuhan dengan nada rancak berpadu dengan pujian syahdu terus bergema dari paduan suara dan jemaat yang memadati Gelora Bung Karno.

Natal Gereja Tiberias ini menampilkan paduan suara beranggotakan lima ribu orang yang telah berlatih hampir tiga bulan. Sekitar dua puluh lagu dinaikkan secara nonstop dan diselingi lagu pujian dari Arseto yang menuturkan tentang makna hidup dan panggilan. Beberapa layar lebar dengan satu layar raksasa di panggung membantu jemaat yang menaikkan pujian dengan antusias dan sukacita. Dua pohon natal raksasa berdiri tegak di sebelah kanan dan kiri panggung. Natal semakin mengokohkan suasana Natal. Puncak Perayaan Natal 2014 ditandai dengan penyalaan lilin yang dipimpin Pdt. Darniati Pariadji dan diakhiri dengan pesta kembang api. 

Kuasa Bagi Yang Percaya
Pdt. Yesaya dan Daniarti Pariadji
Perayaan Natal GTI ke-14 dan menyambut Tahun Baru 2015 ini dipimpin langsung oleh Gembala Sidang GTI Pdt. DR. (HC) Yesaya Pariadji. Natal kali ini mengusung tema "Semua yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah” yang diambil dari Injil Yohannes 1:12.

Dengan suara serak Pdt. Yesaya Pariadji mengenang awal panggilan pelayanannya. “Saya yang tidak mengenal Tuhan dipanggil-Nya. Tuhan memanggil saya untuk melayani-Nya dan menjadi pendeta, tetapi saya mengatakan bahwa saya tidak mampu. Tuhan terus mendorong saya. Apakah saya layak Tuhan? Tidak terasa pelayanan GTI terus semakin berkembang semua karena kasih anugerah-Nya,” tuturnya.      

Pdt. Yesaya Pariadji dalam khotbahnya menegaskan kuasa bagi setiap orang yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan dalam hidupnya. "Datangnya Sang Juru Selamat dari sorga ke dunia untuk memberi damai sejahtera, untuk memberi diri-Nya menebus dosa kita, menyelamatkan kita, sehingga kita bisa masuk sorga bersama-sama dengan Dia,” katanya yang disambut amin oleh seluruh jemaat yang hadir. Pada akhir khotbah diadakan perjamuan kudus dan pembagian minyak urapan.

Pada Natal ini juga ditampillkan pula kesaksian dari jemaat dan belasan dokter spesialis yang meneguhkan kesaksian. Angelina yang datang bersama putri dan menantunya menyatakan sukacitanya. “Saya sudah sepuluh kali menghadiri perayaan Natal GTI, dan tiap kali saya mendengar kotbah hamba-Nya Bapak Pendeta Pariadji iman saya selalu diperbaharui,” ujarnya.

Cuaca Baik
Puji-pujian bagi Sang Raja Damai
Sementara itu, Pdt Sudarmadji dalam konperensi pers dengan media mengatakan bahwa visi perayaan Natal besar-besaran itu langsung diperintahkan oleh Tuhan kepada Pdt. Yesaya Pariadji. “Tuhan langsung memerintahkan kepada hamba-Nya, Bapak Gembala Sidang untuk merayakan Natal bersama,” ujarnya. “Natal ini dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan semua jemaat GTI. Selain dari Jabodetabek, banyak juga dari Bali, Manado, Medan, dan daerah lainnya.” tambah Pdt. Gideon Simanjuntak.

Selain perayaan Natal bersama di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), setiap cabang juga meyakan Natal tepat pada 25 Desember.  “Nanti setiap cabang akan tetap menyelenggarakan perayaan pada tanggal 25 Desember di gereja masing-masing,” jelas Pdt. Gideon. Ia menambahkan bahwa GTI sekarang terus berkembang maka perlu ada kebersamaan dalam merayakan secara  bersama. “GTI setiap bulan sekarang selalu ada bertambah cabang baru,” ujarnya.

Mukjizat selalu ada tiap kali perayaan Natal. Percaya atau tidak, selama 14 tahun merayakan Natal, tidak pernah hujan meski Desember adalah musim hujan. . “Ini untuk ke-14 kalinya perayaan Natal besar-besaran dan puji Tuhan sampai kali ini tidak pernah hujan. Seperti sekarang, cuaca baik. Tentu saja ini berkat doa-doa yang dinaikkan setiap pendoa di  jemaat yang disuruh Bapak Gembala sebelum perayaan berlangsung,” ujar Gideon.

Untuk keamanan, Natal Gereja Tiberias Indonesia kali ini melibatkan sekitar 700 hingga 1.000 aparat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dari setiap orang yang datang menghadiri perayaan. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar