Natal 2014 Gereja Tiberias Indonesia
Kuasa Bagi Yang
Percaya
![]() |
| Suasana Perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia |
Gereja
Tiberias Indonesia (GTI) kembali menggelar perayaan Natal 2014 secara
besar-besaran. Acara yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada
13 Desember 2014 ini diikuti sekitar seratus ribu orang jemaat GTI dan
simpatisan. Acara perayaan Natal yang digelar tiap tahun ini dihadiri banyak didominasi anak-anak muda.
Sejak
siang ribuan jemaat sudah datang memadati Stadion GBK. Suasana perayaan begitu meriah
dengan lagu-lagu pujian yang dinaikkan dengan merdu dan tertata apik disertai dengan tari-tarian. Lagu-lagu pujian bagi Tuhan dengan nada rancak berpadu dengan pujian syahdu terus bergema dari paduan suara dan jemaat yang memadati Gelora Bung Karno.
Natal Gereja Tiberias ini menampilkan paduan suara beranggotakan lima ribu orang yang
telah berlatih hampir tiga bulan. Sekitar
dua puluh lagu dinaikkan secara nonstop dan diselingi lagu pujian dari Arseto
yang menuturkan tentang makna hidup dan panggilan. Beberapa layar lebar dengan
satu layar raksasa di panggung membantu jemaat yang menaikkan pujian dengan antusias dan sukacita. Dua pohon natal raksasa berdiri tegak di sebelah kanan dan kiri panggung. Natal semakin mengokohkan suasana Natal. Puncak Perayaan Natal 2014 ditandai dengan
penyalaan lilin yang dipimpin Pdt. Darniati Pariadji dan diakhiri dengan
pesta kembang api.
Kuasa Bagi Yang
Percaya
![]() |
| Pdt. Yesaya dan Daniarti Pariadji |
Perayaan
Natal GTI ke-14 dan menyambut Tahun Baru 2015 ini dipimpin langsung oleh Gembala
Sidang GTI Pdt. DR. (HC) Yesaya Pariadji. Natal kali ini mengusung tema "Semua
yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah” yang diambil dari Injil Yohannes 1:12.
Dengan
suara serak Pdt. Yesaya Pariadji mengenang awal panggilan pelayanannya. “Saya
yang tidak mengenal Tuhan dipanggil-Nya. Tuhan memanggil saya untuk melayani-Nya
dan menjadi pendeta, tetapi saya mengatakan bahwa saya tidak mampu. Tuhan terus
mendorong saya. Apakah saya layak Tuhan? Tidak terasa pelayanan GTI terus
semakin berkembang semua karena kasih anugerah-Nya,” tuturnya.
Pdt. Yesaya Pariadji dalam khotbahnya menegaskan kuasa bagi setiap orang yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan dalam hidupnya. "Datangnya Sang Juru Selamat dari sorga ke dunia untuk memberi
damai sejahtera, untuk memberi diri-Nya menebus dosa kita, menyelamatkan
kita, sehingga kita bisa masuk sorga bersama-sama dengan Dia,” katanya yang disambut amin oleh
seluruh jemaat yang hadir. Pada akhir khotbah diadakan perjamuan kudus dan pembagian
minyak urapan.
Pada Natal ini juga ditampillkan pula kesaksian dari jemaat dan belasan dokter spesialis yang meneguhkan kesaksian. Angelina yang datang bersama putri dan menantunya menyatakan sukacitanya. “Saya sudah
sepuluh kali menghadiri perayaan Natal GTI, dan tiap kali saya mendengar kotbah
hamba-Nya Bapak Pendeta Pariadji iman saya selalu diperbaharui,” ujarnya.
Cuaca Baik
![]() |
| Puji-pujian bagi Sang Raja Damai |
Sementara
itu, Pdt Sudarmadji dalam konperensi pers dengan media mengatakan bahwa visi
perayaan Natal besar-besaran itu langsung diperintahkan oleh Tuhan kepada Pdt.
Yesaya Pariadji. “Tuhan langsung memerintahkan kepada hamba-Nya, Bapak Gembala
Sidang untuk merayakan Natal bersama,” ujarnya. “Natal ini dilakukan secara
besar-besaran dengan melibatkan semua jemaat GTI. Selain dari Jabodetabek,
banyak juga dari Bali, Manado, Medan, dan daerah lainnya.” tambah Pdt. Gideon
Simanjuntak.
Selain
perayaan Natal bersama di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), setiap cabang juga
meyakan Natal tepat pada 25 Desember. “Nanti setiap cabang akan tetap
menyelenggarakan perayaan pada tanggal 25 Desember di gereja masing-masing,”
jelas Pdt. Gideon. Ia menambahkan bahwa GTI sekarang terus berkembang maka
perlu ada kebersamaan dalam merayakan secara
bersama. “GTI setiap bulan sekarang selalu ada bertambah cabang baru,” ujarnya.
Mukjizat
selalu ada tiap kali perayaan Natal. Percaya atau tidak, selama 14 tahun
merayakan Natal, tidak pernah hujan meski Desember adalah musim hujan. . “Ini untuk ke-14 kalinya perayaan Natal
besar-besaran dan puji Tuhan sampai kali ini tidak pernah hujan. Seperti
sekarang, cuaca baik. Tentu saja ini berkat doa-doa yang dinaikkan setiap
pendoa di jemaat yang disuruh Bapak
Gembala sebelum perayaan berlangsung,” ujar Gideon.
Untuk
keamanan, Natal Gereja Tiberias Indonesia kali ini melibatkan sekitar 700
hingga 1.000 aparat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dari setiap orang
yang datang menghadiri perayaan. (*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar